Proses
Bisnis Pengelolaan Pesanan Pelanggan
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Sistem Informasi Akuntansi
Disusun
oleh:
1. Noviatun
Hassanah ( 113080154)
2. Edah
Hanifah (113080165)
3. Ika
Rosdiana (113080172)
KELOMPOK 5
Kelas 4F
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SWADAYA
GUNUNG JATI
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Proses bisnis yang berjalan dalam organisasi semakin lama semakin
berkembang. Proses transaksi yang ada juga semakin rumit. Dalam hal ini suatu
organisasi tidak bisa hanya mengandalkan pemrosesan transaksi secara
tradisional. Oleh karena itu, pengembangan sistem informasi merupakan suatu
keharusan bagi organisasi dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Perusahaan yang
aktivitas operasionalnya yang masih manual ketika mencoba menggunakan suatu
teknologi komputer untuk pemrosesan data, maka masalah yang pertama dihadapi
adalah besarnya pembiayaan yang harus dikeluarkan. Pembiayaaan ini dapat berupa biaya pembelian
hardware, pembangunan sistem dan penyiapan infrastruktur, baik sumber daya
manusia maupun teknis. Sementara
perusaan yang sudah memiliki sistem pemrosesan terkomputerisasi. Ketika
melakukan pengembangan sistem informasi akan menghadapi masalah pada aspek
fisik dan non-fisik. Aspek fisik meliputi biaya pengembangan, upgardinghardware
dan penciptaan infrastruktur tertentu, sedangkan aspek non-fisik meliputi
tingkat penerimaan user, dukungan manajemen, dan kualitas sistem informasi.
Penerapan sistem informasi disuatu organisasi merupakan seluruh cara
dalam memenangkan persaingan yang semakin ketat dan menjadikan informasi
sebagai sumber daya yang harus dikelola dengan tepat. Sehingga tercipta suatu sistem terpadu yang
menyediakan informasi untuk mendukung operasionalnya, manajemen dan fungsi
penentu pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Penerapan sistem informasi
baru juga akan mengalami masalah jika tidak diselesaikan akan menimbulkan
inefisiensi dan inefektivitas dalam pemberdayaan sumber daya potensial. Oleh
karena itu sebelum melakukan upaya pengembangan dan implementasi, harus
dilakukan proses konsiderasi secara multidimensi terhadap berbagai yang mungkin
berpengaruh terhadap kesuksesan suatu sistem baru.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan bisnis pengelolaan
pesanan pelanggan ?
2. Jelaskan pengendalian yang diaplikasikan pada
proses pesanan ?
3. Deskripsikaan pengendalian yang diaplikasikan
pada proses piutang dagang ?
1.3
Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini
adalah :
1. Dapat
menjelaskan bisnis pengelolaan pesanan pelanggan
2. Dapat mengerti dengan
pengendalian yang diaplikasikan pada proses pesanan
3. Dapat menggambarkan
pengendalian yang diaplikasikan pada proses piutang dagang
BAB 2
PEMBAHASAN
2. 1 Proses Bisnis Pengelolaan Pesanan Pelanggan
2.1.1 Tinjauan
Tinjauan Proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan
meliputi:
1.
Permintaan
informasi
2.
Pembuatan
kontrak
3.
Penerimaan
pesanan
4.
Pengiriman
5.
Penagihan
Permintaan informasi dan
pembuatan kontrak adalah aktivitas pilihan, karena kadang-kadang aktivitas ini
terjadi atau diperlukan dalam proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan pada
beberapa organisasi, tetapi pada beberapa organisasi aktivitas ini tidak
penting.
1.
Permintaan
Informasi
Proses bisnis pengelolaan
pesanan pelanggan sering dimulai dengan suatu pemintaan informasi dan pelanggan
atau permintaan suatu quotation. Quotation adalah sebuah dokumen yang disiapkan
dan dikirimkan ke pelanggan potensial guna memberikan informasi mengenai
produk, harga, ketersediaan produk dan informasi pengiriman. Quotation
disiapkan ketika pelanggan potensial meminta secara khusus informasi secara
rinci mengenai pesanaan potensialnya. Pembuatan Kontrak adalah suatu perjanjian
untuk menyediakan barang atau jasa kepada pelanggan. Kontrak biasanya
menyebutkan kuantitas dan jadwal waktu pengirimannya. Kontrak yang berisi
perjanjian mengenai penyediaan suatu barang pada periode tertentu disebut
blanket order.
2.
Memasukkan
Pesanan
Memasukkan pesanan atau
order entry menyiapkan dokumen pesanan penjualan. Penerimaan pesanan biasanya
berisi penentuan harga dan pemeriksaan ketersediaan barang. Penentuan harga
suatu pesanan yaitu mengetahui harga terkini dari produk atau jasa, biaya
tambahan, diskon taupun biaya pengiriman. Sistem informasi
enterpriseresourceplanning (ERP) memungkinkan implementasi prosedur penentuan
harga yang canggih dan fleksibel antara pelanggan dan barang spesifik.
3.
Pengiriman
Aktivitas pengiriman diawali
dengan penyiapan dokumen pengiriman yang disebut delivery. Dokumen delivery
dibuat untuk mengatur pengiriman barang ke pelanggan. Semua informasi yang
dibutuhkan untuk menyiapkan dan mengirimkan barang kepada pelanggan ada di
dalam delivery. Delivery biasanya disiapkan di lokasi produksi atau
distribusi.
Beberapa dokumen disiapkan selama aktivitas pengiriman. Daftar
pengambilan disiapkan sebagai petunjuk aktivitas pengambilan. Daftar pengepakan
disiapkan untuk setiap pengiriman dan tembusnnya diikutkan dalam pengiriman.
Bill of lading disiapkan sebagai dokumen untuk pengangkutan barang ke kendaraan
angkutan sampai ke pelanggan.
Personel pengiriman akan mempostinggoodsissuenotice ketika barang sudah
dikirimkan. Shippingadvice adalah sinonim dari goodsissuenotice. Penagihan
Dokumen delivery dimasukkan
dalam jadwal penagihan dan difakturkan. Faktur untuk pengiriman disiapkan dan
diberikan kepada pelanggan. Pembuatan faktur ini adalah aakhir dari proses
bisnis pengelolaan pesanan pelanggan. Faktur akan dilanjutkan ke bagian piutang
dagang untuk menunggu pembayaran dari pelanggan.
2.1.2 Ilustrasi ERP
Sistem ERP mampu menyimpan
dan memproses sejumlah informasi yang sangat besar yang berkaitan dengan proses
bisnis pengelolaan pesanan pelanggan.
Ø Record Master Pelanggan
Record master pelanggan
berisi semua informasi yang berkaitan dengan pelanggan. Record master pelanggan
dibuat sebelum proses pesanan penjualan dala R/3 karena informasi di dalamnya
digunakan dalam proses pesanan penjualan.
SAP R/3 membutuhkan empat (4) macam record
master: Record penjualan ke pelanggan Record pengiriman ke pelanggan Record
penagihan ke pelanggan Record pembayaran ke pelanggan Ketika record master
penjualan ke pelanggan dibuat, ketiga record master yang lain akan secara
otomatis dibuat dengan menggunakan informasi yang sama. R/3 perlu tahu
bagaimana hierarki pelanggan terlebih dahulu sebelum membuat record master.
Hierarki pelanggan adalah representasi dari struktur organisasi pelanggan yang
menentukan informasi harga yang digunakan dalam R/3. Hierarki pelanggan terdiri
dari saluran distribusi, jenis industri, dan lokasi geografis.
Ø Record Master Pelanggan
Record master pelanggan
berisi semua informasi yang berkaitan dengan pelanggan record master pelanggan
dibuat sebelum proses pesanan penjualan dalam R/3 karena informasi dalam record
master pelanggan digunakan dalam proses penjualan. SAP R/3 membutuhkan empat
macam record yaitu antara lain :
1. Record
penjualan kepelanggan
2. Record
pengiriman kepelanggan
3. Record
penagihan kepelanggan
4. Record
pembayaran pelanggan
Ø Field data
Record master pelanggan
dibuat dengan memasukkan informasi kedalam R/3. R/3 mengarahkan proses
inputdenga menunjukkan urutan isian pada layar monitor. Setiap layar digunakan
untuk mengumpulkan category data data yang berkaitan dengan pelanggan. Adapun
layar createcustomer antara lain yaitu :
1.
Initialscreen,
layar awal ini memerlukan masukan kode pelanggan yang digunakan sebagai
identitas unik recordmastere pelanggan. Kode ini ditetapkan secara internal dan
eksternal.
2.
Customerandress,
layar awal ini memerlukan masukan alamat pelanggan yang berupa teks. Nama
perusahaan dimasukkan dalam field nama. Fieldpencaraian digunakan untuk
memasukkan suatu fase yang dapat digunakan untuk mencari perusahaan ketika kode
perusahaan dibutuhkan untuk masukkan.
3.
Control data
screen, fields yang dimasukkan dalam pada layar ini tergantung pada kebutuhan
khususperusahaan. Salah satunya field yang diperlukan adalah field area
tranportasi, yang mengidentifikasikan wilayah regional dimana pengangkutan
dialokasikan.
4.
Marketing, layar
ini digunakan untuk memasukkan data statistic dan demograf mengenai pelanggan.
5.
Paymenttransaction,
layar ini digunakan untuk memasukkan informasi anak pelanggan. Field yang
disediakan adalah kode negara bank, kunci bank, nomer rekening bank, rincian
referensi dan lainnya.
6.
Unloadingpoint,
latyar ini digunakan untuk memasukkan dimana barang yang diterima pelanggan
belum dibongkar dan untuk memasukkan factorycalendar milik pelanggan, yang
menentukan tanggal dan jam penerimaan barang oleh pelanggan.
7.
Foreigtrade,
layar ini digunakan untuk memasukkan data yang berkaiatan dengan pengendalian
ekspor.
8.
Contact person,
layar ini digunakan untuk memasukkan data yang berkaitan dengan orang kontak.
9.
Accountmanagement,
layar ini digunakan untuk spesifikasi data rekening rekonsiliasi. Rekening
rekonsialisi adalah rekening buku besar yang diperbaruhi secara pararel dengan
posting piutang dagang.
10.
Paymenttransaction,
layar ini mengumpulkan data untuk transaksi pembayaran, termasuk transaksi
pembayaran secara otomatis. Layar ini dapat menenntukan sejarah pembayaran yang
akan terus dipelihara dengan memeilihatrafield khusus.
11.
Correspondence,
layar ini dapat digunakan untuk membangun suatu dunnuingprocedure dan
koresponden lain dengan pelanggan. Dunningprocedure adalah tindakan yang
diolakukan untuk mengumpulakan pembayaran dari pelangagan yang terlambat
melakukan pembayaran.
12.
Insutrance,
layar ini digunakan untuk memasukkan data yang berkaiatan dengan asuransi
kredit ekspor. Field disediakan untuk kebijakan nomer, jumlah asuransi,
perusahaan asuransi, bulan dan presentase pengurangan.
13.
Sales, layar ini
digunakan untuk mengidentifikasi wilayah dalam perusahaan yang bertanggung
jawab kepada pelanggan.
14.
Shpping, layar
ini digunakan untuk menentukan pengiriman rinci.
15.
Billing, layar
ini digunakan untuk memasukkan data mengenai penagihan.
16.
Taxes, layar ini
digunakan untuk memasukkan data yang berkaitan dengan kewajiban pajak
pelanggan.
17.
Layar output,
layar ini digunakan untuk mengubah spesifikasi defaultoutput untuk berbagai
dokumen yang dapat dihasilkan bagi pelanggan.
18.
Partnertfunction,
ketika record penjualan kepelanggan dibuat, R/3 secara otomatis membuat record
master tagihan kepada pembayara dan pengiriman untuk kepelanggan yang sama dengan
menggunakan informasi yang ada.
2.1.3 Standar Pemrosesan Pesanan
pada SAP R/3
Standar pemrosesan pesan
adalah istilah yang menjelaskan proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan
yang pesanan pelanggan dimasukkan dari persediaan barang jadi. Standar umumnya
diterima melalui telepon, fax, bagian penjualan dan voice email. Pertama-tama ,
diterbitkan quotation untuk pelangagn, jikan tidak ada maka pesan aan dibuat
jika pelangagan memerlukan pengiriman barang dan jasa. Sesudah sesuatu pesanan
dibuat dan diproses, dokumen delivery dibuat.
2.2
Pengendalian Siklus Transaksi pada Pemrosesan Pesanan
2.2.1 Memasukkan Pesanan
Fungsi memasukkan pesanan
(order-entry) memulai proses pesanan pelanggan dengan menyiapkan dokumen
pesanan penjualan. Pesanan penjualan berisi penjelasan mengenai produk yang
dipesan, harganya, dan data deskriptip mengenai pelanggan seperti nama, alamat
pengiriman, dan jika diperluakan alamat penagihan. Jika waktu antara penerimaan
pesanan dengan pengiriman sesungguhnya signifikan, ikan, maka pemberitahuan
pesanan akan dikirimkan kepelanggan untuk memberitahukan bahwa pesanan telah
diterima dan sedang diproses. Harga yang dimasukkan pada pesanan penjualan
disetujui oleh menejemen atau fungsi organisasi yang independendari fungsi
pesanan penjualan.
2.2.2 Kredit
Kredit pelanggan yang masih
ada sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu kebagian pengiriman barang. Untuk
pelanggan reguler, pemeriksaan kredit meliputi menentukan jumlah total kredit
yang disetujui tidak melebihi otorisasi dari menjemen secara umum dan khusus.
Untuk pelanggan yang baru, pemeriksaan kredit diperlukan untuk menentukan
jangka waktu penjualan kepada pelanggan.
2.2.3 Barang Jadi
Barang jadi diambil sesuai
yang ada pada pickinglist. Pickinglist disiapkan dari dokumen pengiriman yang
disiapkan dengan database pesanan untuk memproses pesanan yang telah disetujui.
Informasi pengambialan akan dimasukkan untuk memperbaruhi informasi pengiriman
pada database pesanan. Record persediaan diperbaruhi untuk menunjukkan
kuantitas sesungguhnya yang diambil dan dilanjutkan kebagian pengiriman. Barang
akan dilanjutkan dibagian pengiriman. Bagian pengiriman akan memberitahukan
barang yang telah ditransfer.
2.2.4 Pengiriman
Bagian pengiriman menerima
perintah pengiriman setelah cocok dengan pesanan yang ada pada pickinglist
bersama dengan barang yang dipesan seperti yang ada pada daftar pengepakan
barang. Informasi pesanan yang ada pada daftar pengepakan disiapkan secara
inependent karena ia didasarkan pada pesanan yang disiapkan oleh fungsi
order-entry dan disetujui oleh fungsi kredit. Dokumen pengiriman disiapkan dan
database pesanan diperbaruhi untuk pengiriman. Bagian pengiriman secara khusus
menyiapkan billof lading untuk pengiriman. Tembusan daftar ing diikutkan dalam
pesanan pelanggan ketika dikirimkan.
2.2.5
Penagihan
Penagihan merupakan proses
terakhir dari proses pesanan denagn menyiapkan faktur untuk pesanan yang tampak pada daftar penagihan.
Bagian penagihan melakukan verifikasi pesana dan kemudian menyiapkan faktur.
Faktur dikirimkan kepada pelanggan, faktur dicatat pada jurnal penjualan dan
pemberitahuan dikirimkan kebagian piutang dagang. Secara periodik, jurnal
disiapkan dan dilanjutkan ke fungsi buku besar untuk dilakuakanposting ke buku
besar.
2.2.6 Piutang dagang dan Buku
Besar
Perbedaan antara piutang
dagang dan penagihan penting untuk mempertahankan pemisahan fungsi. Bagian
penagihan bertanggung jawab untuk membuat faktur pesanan secara inividual dan
piutang dagang menangani informasi rekening pelanggan dan secara periodik
mengirimkan laporan piuatan dagang ke pelanggan. Bagian penagihan tidak
memiliki akses ke record keuangan. Pengendalian total dari posting ke rekening
buku besar piutang dagang dibandingkan dengan jurnal yang dikirimkan dari
penagihan untuk melakukan validasi posting ke buku besar.
2.3
Proses Bisnis Manajemen Akun Pelanggan
Proses bisnis pesanan pelanggan mencangkup pemrosesan piutang dagang
sampai pengumpulan pembayaran pelanggan pada rekening.
2.3.1 Piutang Dagang
Piutang dagang mewakili uang
yang dimiliki oleh pelanggan untuk barang atau jasa yang telah dijual yang
dimasukkan dalam rekening. Ada dua pendekatan dasar pada aplikasi piutang
dagang yaitu proses open sistem dan proses balanceforward. Pada pemrosesan open
item, pencatan terpisah dikelolah pada sistem piuatang dagang untuk setiap faktur
yang belum dibayar. Pada pemrosesan balanceforward, pembayaran dari pelanggan
dibandingkan dengan saldo total pelanggan yang masih ada dan bukan dibandingkan
dengan faktur pelanggan secara individu.
2.4
Pengendalian Transaksi pada Proses Bisnis Piutang Dagang
Yang terpenting
adalah pemisahan pada fungsi-fungsi yang ada dalam proses bisnis.
2.4.1 Penerimaan kas
Slip pembayaran pelanggan
dilanjutkan ke piutang dagang untuk diposting dari penerimaan kasir,piutang
dagang tidak punya akses ke kas atau memeriksa pembayaran pelanggan.
2.4.2 Penagihan
Faktur,memo kredit dan
penyesuaian faktur yang lainnya di rutekan ke piutang dagang untuk diposting ke
rekening pelanggan . hal ini menjaga pemisahan fungsi-fungsi yang ada.
Penagihan tidak punya akses langsung ke pencatatan piutang dagang.
2.4.3 Piutang dagang
Piutang dagang bertanggung
jawab untuk mengelola buku pembantu piutang dagang, rekening control dikelola
oleh departemen buku besar. Debit dan kredit dipostingkan ke rekening pelanggan
dari bukti pembayaran,faktur,dan dokumen lain yang diterima dari penagihan dan
penerimaan kas. Hal ini menjaga pemisahan fungsi-fungsi yang ada.
2.4.4 Kredit
Fungsi
departemen kredit meliputi menyetujui retur dan potongan penjualan dan
penyesuaian lainnya untuk rekening pelanggan, dan memulai memo (dokumen)
penghapusan untuk membebani rekening dengan kerugian piutang.
2.4.5 Buku besar
Buku besar mengelola
rekening pengendali piutang dagang. Debit dan kredit diposting ke rekening
pengendali piutang dagang dari jurnal dan hasil pencocokan dengan total
pengendali yang diterima dari penagihan dan penerimaan kas.
2.4.6 Retur dan potongan penjualan
Retur dan potongan penjualan
memerlukan pengendalian yang hati-hati. Potongan penjualan terjadi karena ada
barang dagangan yang rusak,kekurangan dalam pengiriman,kesalahan klerikal atau
adanya perjanjian antara pelanggan dengan penjual untuk mengurangi jumlah yang
dipunyai pelanggan. Jumlah potongan di negosiasikan antara pelanggan dan
departeman penerimaan pesanan penjualan(atau penjualnya).
2.4.7 Penghapusan pitutang dagang
Hal pokok dalam penghapusan
adalah analisis rekening yang telah jatuh tempo sebelumnya. Ini biasanya
dilakukan dengan menggunakan laporan saldo umur piutang. Sejumlah teknik dapat
digunakan sebagai upaya untuk mengumpulkan rekening yang telah jatuh tempo. Hal
ini melibatkan prosedur dunning seperti mengirimkan ke pelanggan sejumlah surat
tindak lanjut dan menggunkan agen- agen pengumpul piutang untuk melakukan
pendekatan ke pelanggan untuk membayar.
2.5
Proses Bisnis Kas Yang Diterima pada Rekening
2.5.1 Tinjauan
Proses bisnis kas yang
diterima pada rekening digunakan ketika pelanggan masih memiliki saldo.
Pembayaran pelanggan harus selalu diakui. Pengakuan pembayaran merupakan
pengendalian yang penting. Piutang dagang yang telah dicatat yang akan
dibayarkan perlu pengendalian dari penerimaan pembayaran. Pemisahan fungsi
fungsi juga pengendalian yang harus dilakukan.
Ø Mailroom: pembayaran akan diterima dalam
mailroom. Surat akan dibuka san cek serta bukti pembayaran akan dipisahkan. Cek
disahkan dan dijumlahkan. Daftar pembayaran uang berisi pembayaran yang
diterima, disiapkan. Tembusan daftar pembayaran dan bukti pembayaran diberikan
ke bagian piutang dagang. Cek dan kontrol total diberikan kepenerimaan kas.
Tembusan daftar pembayaran dan kontrol total disimpan urut tangga
Ø Penerimaan kas : cek diterima dari mailroom
dengan penerimaan kas dari penjualan tunai dan slip setoran disiapkan. Daftar
pembayaran dan kontrol total dicocokan dengan slip setoran dan perjanjian
dengan jumlah yang telah disetujuhi. Dan memposting jurnal penerimaan kas dan
melajutkan kan nyakebuku besar. Daftar pembayaran, kontrol total, dan tembusan
slip disimpn urut tanggal. Deposit dilanjutkan seluruhnya ke bank.
Ø Piutang dagang : piutang di posting ke rekening
piutang dagang, yang diposting ke buku besar adalah totalnya. Control total
dicocokkan dengan daftar pembayaran. Piutang dagang diurutkan dan disimpan urut
pelanggan. Daftar pembayaran dan tembusan control total yang diposting disimpan
urut tanggal dan tembusan control total dilanjutkan ke buku besar.
Ø Buku besar : Jurnal dari penerimaan kas dan
control total diterima dari rekening piutang dagang untuk dibandingkan.
Jumlahnya kemudian diposting ke buku besar. Sumber posting ke buku besar adalah
jumlah jurnal dari kasir sejumlah pembayaran yang diterima untuk didepositkan.
Jumlah ini harus direkonsiliasikan dengan total item yang diposting ke buku
besar piutang dagang. Jurnal dan control total disimpan urut tanggal.
Ø Bank : Bank menerima setoran dan melakukan
validasi tembusan slip setoran. Tembusan slip setoran yang telah divalidasi
dikembalikan ke audit internal. Slip setoran yang telah divalidasi disimpan
urut tanggal.
Ø Audit Internal : Audit Internal menerima laporan
bank secara periodik. Rekonsiliasi bank secara independen merupakan pengendalian
yang penting dalam proses bisnis penerimaan kas.
2.5.2 Sistem Pengumpulan
Lock-Box
Dalam pengumpulan piutang
dagang, waktu adalah uang. Jika suatu perusahaan tidak dapat mempengaruhi
pelanggan untuk membayar secara lebih cepat, ia dapat menggunakan sistem
lock-box deposit untuk mengurangi float. Sistem lock-box deposit adalah
pembayaran pelanggan yang dikirim secara langsung ke bank dan dikreditkan ke
rekening perusahaan sebelum dipostingdirekening pelanggan.
2.6
Proses Bisnis Penjualan Tunai
Perbedaan signifikan antara proses bisnis penjualan tunai dan proses
bisnis kas yang diterima pada rekening, adalah tidak adanya pencatatan aset
sebelumnya (saldo rekening pelanggan) pada proses bisnis penjualan tunai.
Pembuatan dokumen awal dari penjualan tunai merupakan poin utama pada sistem
pengendalian.Penjualan tunai dicatat pada register kas atau alat pengaman
lainnya untuk menyediakan dokumentasi. Penerimaan penjualan disiapkan dan
diterbitkan untuk pelanggan.
Audit pelanggan, pembuatan dokumen awal dari penjualan tunai merupakan
poin utama pada sistem pengendalian.Penjualan tunai dicatat pada register kas
atau alat pengaman lainnya untuk menyediakan dokumentasi. Penerimaan penjualan
disiapkan dan diterbitkan untuk pelanggan.Audit pelanggan merupakan istilah
umum yang digunakan untuk menjelaskan prosedur dimana tindakan pelanggan
sebagai pengendalian pada dokumentasi awal transaksi. Penentuan harga item
merupakan teknik audit pelanggan. Selain itu teknik yang berkaitan dengan
faktur penjualan seperti memberikan hadiah akan menarik pelanggan untuk lebih
membaca faktur dan juga bunyi register kas seperti bel atau lonceng ketika
dibuka juga digunakan agar pelanggan memberikan perhatian pada jumlah sesungguhnya yang ada pada
register. Mengirimkan laporan bulanan (agar pelanggan memeriksa sendiri
rekeningnya) dan menyediakan pelanggan dengan bukti pembayaran merupakan contoh
dari teknik customer audit.
Supervisi bertugas mengobservasi kinerja stafnya. Teknik supervisi
mencakup penggunaan professionalshopper, yaitu orang yang disewa untuk membeli
barang pada perusahaan eceran dengan tujuan mengobservasi pencatatan transaksi.
Teknik Imprest digunakan untuk mengendalikan penerimaan kas dengan cara
yang sama yang digunakan dalam pegendalian pengeluaran kas kecil tetapi
biasanya kurang akurat. Petugas klerikal diberi sejumlah tiket bernomor urut
dan harus mempertanggung jawabkan nilai penjualannya atau tiket yang
dimilikinya. Pemborong eceran harus mempertanggungjawabkan nilai eceran barang
yang dimilikinya.Pengendalian ini diaplikasikan dengan metode laba kotor atau
metode analisi penjualan eceran untuk mengestimasi tingkat persediaan, namun
cara ini dapat mengurangi kecurangan.
BAB 3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan meliputi aktivitas:
Permintaan informasi, pembuatan kontrak, memasukkan pesanan, pengiriman, dan
penagihan. Siklus transaksi yang mengendalikan proses bisnis pengelolaan
pesanan pelanggan mencakup pemisahan fungsi – fungsi berikut : pemrosesan pesanan,
penjualan, otorisasi kredit, penjagaan barang jadi, pengiriman, penagihan,
piutang dagang, dan buku besar.
Proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan meliputi pemrosesan piutang
dagnag melalui pengumpulan pembayaran pelanggan. Siklus transaksi mengendalikan
proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan termasuk pemisahan fungsi :
penerimaan kas, otorisasi kredit, penagihan piutang dagang, dan buku besar. Prosedur untuk penanganan
retur dan potongan penjualan dan prosedur yang digunakan untuk menghapus
piutang dagang perlu dirancang dan dikendalikan dengan hati-hati.
Daftar Pustaka
Bodnar, George
H., dan William S. Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9,
Yogyakarta : Andi
http://ekonomister.blogspot.co.id/2010/11/proses-bisnis-pengelolaan-pesanan.html
http://siakelompok.blogspot.co.id/2014/04/proses-bisnis-pengelolaan-pesanan.html
http://tugaskelompok2sia.blogspot.co.id/2014/04/proses-bisnis-pengelolaan-pesanan.html